Showing posts with label cermin. Show all posts
Showing posts with label cermin. Show all posts

Thursday, 13 February 2014

Bijak bukan berarti sempurna

Terkadang kita menjadi ragu untuk bertindak ketika melihat kesalahan orang lain. Lalu diam saja karena merasa saya pun belum sempurna, jadi tak pantas memberi nasehat. Pada akhirnya menjadi cuek dan tak perduli dengan orang lain.
Manusia itu makhluk gaul, kalau bahasa buku nya sosial, kita bisa bergaul dengan siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Memodifikasi nasehat mungkin adalah cara yang paling tepat ketika melihat orang lain melakukan kesalahan. Kita bisa menjadi bijak dengan cara yang lebih halus, misalnya dengan menceritakan pengalaman kita atau orang lain dalam menasehati teman kita itu.
Jangan takut, bijak tak perlu nunggu sempurna karena manusia tak bisa sempurna. Tapi tugas kita adalah berusaha mendekati kesempurnaan itu.

Wednesday, 12 February 2014

Melangkah dengan sentuhan rasa

Mari kita bicarakan langkah. Terutama di pijakan kaki pertama inilah yang paling vital dan bisa merubah sebuah hasil. Keberanian sangat diperlukan dalam memutuskan momen ini.

Tapi ingat jangan lupakan rasa. Keberanian itu harus dibarengi dengan rasa yang datangnya alami dari hati. Kalau tak ada unsur rasa tak akan bedanya kau dengan robot. Sekali perintah menurut saja itulah robot.
Mari kita mengasah rasa!

Sunday, 9 February 2014

Berjuang berbeda dengan bercanda

Berjuang, menurut definisi saya adalah proses keseriusan untuk mencapai sesuatu. Semua orang bisa berjuang dari mulai pahlwan, presiden, koruptor pun berjuang mencari celah hehe dan tentunya saya pun bisa berjuang juga. Kita bisa berjuang tapi tetaplah orang lain yang menilai apa yang kita perbuat.
Terkadang perjuangan kita hanya dianggap sebuah lelucon oleh orang lain. Saat kita telah mrngeluarkan energi, tapi cuma dinilai sebelah mata. Miris memang, tapi tak perlu kecewa terlalu dalam dan berlarut-larut. Lakukan saja sebagaimana yang telah kita lakukan. Saat dia yang hanya melihatmu memandang remeh, ada orang lain lagi yang bisa menghargai perjuanganmu. Tidak ada yang sia-sia karena ini adalah pembentukan hidup.

Ketika kita ditempa habis oleh sebuah situasi, disitulah kau belajar menghargai setiap proses hidup. Tulisan ini bebas mau dipandang dari sudut manapun. Kritik habis saya jika tak benar, tapi jangan diam lalu lari begitu saja.


Sekian