Tuesday, 5 May 2015

Kurir Balap

Hari ini tepatnya saat pulang kantor tadi saya dibuat kesal oleh seorang kurir berlabelkan sebuah merk pizza terkenal. Gaya mengemudinya sangat alay meliuk-liuk tak kenal arah. Ketika saya sedang asik mengendarai motor dengan tenang tiba-tiba dia mendekat dengan manuver tidak jelas.

Awalnya saya memaklumi. "Ah, mungkin dia sedang mengejar waktu untuk pengiriman ke pelanggan", tapi ternyata kok lama-lama makin menyebalkan heuheuuu. Ternyata secara tak sadar ada pengemudi motor lain yang ikut merasa terganggu dengan si kurir balap tersebut. Suasana semakin seru bak pertarungan moto gp saja haha. 

Yang jadi masalah bukan pertarungan balap kami bertiga, tapi menyoroti masalah sebuah brand. Si kurir ugal-ugalan dengan memakai motor dilengkapi box besar bertuliskan brand pizza tersebut. Hmm karyawan yang begini nih yang bisa merusak image dari sebuah brand.

Pesan Moral: Kalo mau ngebut pake motor sendiri *loh gak nyambung haha


Salam
Rockuntan 

Monday, 4 May 2015

Pukulan Bisnis



Dua hari yang lalu ada sebuah pertandingan tinju Mayweather vs Pacman, berbagai media ramai membicarakannya. Saya pun bukan penggemar berat tinju jadi berhasrat ingin menonton partai itu dan dari dulu memang terbiasa juga nonton tinju dengan ayah saya.

Kembali ke partai itu, pertandingan berjalan seru dan banyak pihak menjagokan pacman bisa menundukkan Mayweather. Beberapa ronde awal pun Mayweather sangat difensif sekali. Banyak pukulan telak dari pacman mendarat di wajah Mayweather.

Kalau kita melihat secara kasat mata dengan sudut penglihatan kita dari layar kaca, hmm yakin sekali kalau pemenang partai ini adalah Pacman. Tapi ternyata keputusan wasit berkata lain, ternyata Mayweather menang angka telak. Sebuah keputusan yang mengejutkan, dari mulai tokoh masyarakat sampai mantan petinju sekelas Mike Tyson angkat suara atas keputusan tersebut.

Banyak yang menghubungkan keputusan wasit itu terkait bisnis, karena dalam pegelaran partai tersebut banyak sekali dana berseliweran didalamnya. Entahlah semoga keputusan wasit memang benar-benar murni berdasar sportivitas bukan karena pukulan bisnis.


Salam
Rockuntan 

Saturday, 2 May 2015

Bapak Pendidikan kita, bukan hanya cerdas tapi juga cadas






Pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari sosok Ki Hajar Dewantara, dialah yang diberi gelar sebagai bapak pendidikan. Ialah pendiri Perguruan Perguruan Nasional Taman Siswa. Sebuah wadah pendidikan bagi rakyat yang ia dirikan setelah ia diasingkan oleh Belanda. Ia ditangkap dan diasingkan oleh Belanda karena artikelnya yang pedas kala itu. Berikut kutipan artikelnya:


"Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya".


Saat itu ia mengkritisi permintaan dana sumbangan dari warga untuk pesta kemerdekaan Belanda atas Perancis 1913. Pemerintah Belanda meyakini bahwa ialah yang membuat artikel tersebut.Akibat kritikan pedasnya itu akhirnya ia ditangkap dan diasingkan.


Ada yang unik sekembalinya setelah pengasingan tersebut. Ketika ia genap berusia 40 tahun ia mengganti nama yang tadinya Soewardi menjadi Ki Hadjar Dewantara dan ia tidak menggunakan gelar keabngsawanannya lagi. Tujuan melepas kebangsawanan adalah agar lebih dekat dengan rakyat tanpa pembatas.


Semboyan yang sangat fenomenal hingga kini masih melekat di dunia pendidikan adalah


ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani (di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan)


Sungguh cadas sekali ya Bapak Pendidikan kita, sudah seharusnya kita meneruskan cita-citanya dengan berkontribusi dalam dunia pendidikan sesuai kemampuan yang kita miliki masing-masing.



Selamat Hari Pendidikan 2 Mei 2015


Salam

Rockuntan

Friday, 1 May 2015

Palang Pintu sebuah tradisi unik ala betawi

                                                sumber foto: ady-conan.blogspot.com

Dalam tradisi adat pernikahan ala betawi ada sebuah tradisi unik yang disebut dengan istilah "palang pintu". Dimana para jawara seolah berkelahi ketika sang mempelai pria memasuki area wanita. Sebelum mereka berkelahi biasanya ada perdebatan khas logat betawi yang kental dan dibumbui dengan saling lempar pantun.

Palang Pintu, terdiri dari dua kata yaitu palang dan pintu. Palang adalah sebuah penghalang, pintu adalah jalur masuk yang sah, kenapa sah, karena kalau lewat jendela ya maling donk :D. Lalu kenapa orang mau nikah harus ada ribut-ribut dari para jawara? untuk menunjukkan keseriusan si cowok untuk melanjutkan jenjang pernikahan, maka pihak cowok harus bisa menaklukan jawara yang mewakili cewek, hohoo ada ada saja yah, yah namanya juga kultur.

Di masa sekarang, walaupun resepsi pernikahan sudah banyak dilaksanakan di aula, gedung atau tempat selain rumah, tetapi tetap saja pertunjukan palang pintu ini masih sering dijumpai. Kultur unik ini selalu menarik perhatian para tamu karena ada unsur pantut jenaka didalamnya yang membuat tawa terbahak-bahak

Nah, bagi kalian yang berasal dari suku betawi, tak ada salahnya saat pernikahan mempertimbangkan adanya palang pintu ini. Selain menghibur, akan berarti juga untuk menjaga kelestarian adat Indonesia khususnya betawi.


-rockuntan-


Hari Buruh adalah sebuah esensi keseimbangan

sumber foto: tribunnews

Sejak masa silam hari buruh adalah sebuah bentuk perlawanan kaum buruh. Pada tanggal 1 Mei 1886 sekitar 400.000 buruh di Amerika melakukan demonstrasi besar-besaran memprotes pengurangan jam kerja mereka. Banyak korban tewas bahkan ada yang dihukum mati.

Dari sejarah tersebut terlihat sebuah bentuk perjuangan keras terhadap kendali ekonomi para kapitalis. Di Indonesia saat era orde baru Hari Buruh diperingati sebagai hari besar, bahkan di era sekarang dijadikan hari libur nasional. Hari Buruh selalu dikaitkan dengan ideologi komunis sejak adanya G30s PKI. Menurut saya tidak pas mengkaitkan hari buruh dengan ideologi komunis, karena beberapa negara yang memperingati Hari Buruh juga menganut paham komunis.

Peringatan hari buruh di Indonesia selalu diwarnai demonstrasi, seperti melanjutkan kultur yang sudah ada. Pro kontra muncul, berbagai pihak terkait didalamnya. Intinya adalah perbaikan kesejahteraan dari Kaum Buruh. Pihak pemilik modal dituntut untuk mensejahterakan para pekerjanya bukan hanya memeras tenaganya saja. 

Kalau kita tarik garis besarnya adalah bukan masalah siapa yang menuntut dan dituntut. Tetapi keseimbangan dari kedua belah pihak lah yang menjamin terjadinya kesejahteraan itu. Pihak pemilik modal harus sadar bahwa bisnis mereka tidak akan bisa berjalan tanpa peran buruh-buruhnya. Di sisi lain sang buruh harus sadar untuk meningkatkan pendapatan hidup mereka wajib meningkatkan kemampuannya. Lalu ada yang mereka suka lupakan yaitu menekan gaya hidup, artinya ketika pendapatan naik gaya hidupnya naik juga, bahkan melebihi kenaikan pendapatannya sehingga selalu saja merasa tak cukup.

Ketika kita sudah menunaikan kewajiban, sah-sah saja menuntut hak

Selamat Hari Buruh 1 Mei 2015


-Rockuntan-

Tags : hari buruh, buruh, pekerja, karyawan, gaji, upah, umr, tuntut, kesejahteraan, demonstrasi, kultur, budaya, masyarakat, serikat pekerja, serikat, ideologi

Thursday, 9 October 2014

Menulis

Menulis, ini sebenarnya bukan keahlian saya. Latar belakang pendidikan saya yang berasal dari ekonomi dengan konsentrasi akuntansi tidak ada sangkut pautnya dengan dunia tulis menulis. Hobi saya di musik dan wirausaha pun tak ada hubungannya.
Berbekal doyan baca artikel akhirnya saya memberanikan diri untuk jadi blogger. Menurut saya menulis itu harus cuek dan harus berani menuangkan. Kalau ada gaya bahasa yang agak aneh harap dimaklumi, namanya juga anak akuntansi..hehe
Untuk teman-teman yang punya atau belum punya keahlian menulis, tenang saja dan pegang prinsip "bisa karena terbiasa".


Salam
Rockuntan

Wednesday, 8 October 2014

Wirausaha

Sedari kecil saya akrab dengan istilah "wirausaha", karena sejak sekolah dasar ketika disuruh mengisi form biodata yang menyangkut profesi orang tua pasti saya mengisinya dengan wirausaha. Secara polos yang saya tahu sih ayah saya dagang sembako hehe.
Hingga akhirnya beranjak remaja saya mencoba memahami apa itu wirausaha. Oh ternyata wirausaha sederhananya adalah buka usaha sendiri. Tanpa banyak teori, ayah mengajari saya berwirausaha. Ia mengajari saya melihat peluang, melihat pergerakan pasar, melayani pelanggan dan membuat hubungan yang baik dengan sekitar, karena kami berbisnis sembako maka untuk urusan pricing tak bisa dikutak katik terlalu banyak.
Bisnis ayah dahulu kala sebenarnya sudah punya sistem tapi ternyata kami diberikan ujian bencana kebakaran toko yang berakibat lumpuhnya bisnis kami. Tapi yang namanya bangkit akan selalu ada jalan jika diusahakan dengan sungguh-sungguh. Ayah membangunnya kembali pelan-pelan dan kami hijrah ke lokasi lain dengan bekal pengalaman bangkrut yang cukup pahit.
Dikala itu saya masih jadi pelajar SMP tapi sering menemani ayah berdagang ditokonya. Pelanggan kami adalah orang-orang komplek yang membuat saya akhirnya dikenal sebagai anak seorang juragan sembako.
(Tulisan ini masih akan berlanjut) hehe